Islam Jamaah

A. Pengertian Islam Jama’ah
Islam jamaah adalah sebuah aliran atau lembaga kemasyarakatan yang bernaung di bawah pimpinan seorang amir atau imam, yang sekaligus berfungsi sebagai sumber ajaran (syariat) bagi masyarakat yang dipimpinnya sesuai kepercayaan yang dianut, dan seorang imam atau amir mempunyai otoritas yang absolut. Dalam struktur keorganisasiannya, seorang imam atau amir merupakan penguasa tunggal, yang dalam menjalankan tugas keamirannya dibantu oleh para pembantunya, di antaranya wakil imam, baik yang berada di pusat maupun di daerah atau perwakilan-perwakilan yang ada di luar negeri.
Islam Jamaah berdiri pada tahun 1951 M di Kediri Jawa Timur, Indonesia setelah pemimpinnya, Nur Hasan Al-Ubaidillah Lubis yang mempunyai nama asli Madigol, dibai’at oleh keluarganya untuk menjadi imam kelompok jamaah tersebut. Madigol dibai’at oleh H. Nur Asnawi, adik iparnya yang saat itu menja bat sebagai kepala Desa Bangil, Kecamatan Porwosari, Kediri, Jawa Timur dan H. Sanusi, saudara kandung Madigol. Setelah dibaiat atau dibabtis, Madigol resmi menjadi amir atau imam Islam Jamaah dan memulai aktivitasnya untuk merekrut pengikut.
Metode pengajaran al-Qur’an dan hadits yang diterapkan oleh kelompk Islam Jama’ah adalah sebagaimana yang diajarkan oleh imam mereka, yaitu mengupas al-Qur’an berdasarkan arti perkata di dalam al-Qur’an begitupun dengan pengajran Hadits, dimana setiap kata mereka artikan satu persatu, karena itu kelebihan dari kelompk ini adalah kepandainan mereka dalam mengetsahui kata-kata dalam bahasa Arab yang umumnya digunakan dalam al-Qur’an.

B. Bentuk Penyimpangan
Sebagaimana yang sudah d\banyak diketahui, bahwa penyimpangan dan ajaran Jamah Islam bisa dilihat saat ini, yaitu melalui ajaran LDII, karena faham yang dianut oleh LDII tidak berbeda dengan aliran Islam Jama’ah. Di bawah ini adalah beberap bentuk penyimpangan
1. Manqul, yaitu ilmu itu tidak bernilai sebagai ilmu agama, kecuali ilmu yang disahkan oleh Nur Hasan Ubaidillah Lubis sampai ke Nabi Muhammad, lalu ke Malaikat Jibril yang mendapat langsung dari Allah.
2. Takfir, yaitu mengkafirkan sesorang yang tidak berbaiat kepada imam.
3. Berjama’ah, maksudnya mereka hanya ingin shalat berjama’ah dengan kelompok mereka saja.
4. Wajib berbaiat, yaitu perjanjian setiap kepada imam baik untuk hal yang menyenangkan atau yang menyedihkan, mereka yang tidak baiat maka matinya dalam keadaan jahiliyah.
5. Infaq wajib, yaitu sumbangan wajib yang harus mereka keluarkan sesuai dengan yang disepakati imam mereka.
6. Taqiyah, menyembunyikan doktrin kepada siapapun kecuali kepada mereka yang sudah resmi dibaiat.

C. Sumber Hukum Ajaran Islam Jamaah
Aliran Islam Jamaah atau LDII dalam melaksanakan ubudiyahnya mengambil sumber dari tiga sumber.
1. Alquran Manqul, yaitu Alquran telah diartikan dan ditafsirkan serta ditakwilkan oleh imam jamaahnya sesuai kepentingannya. Karena, imam mempunyai otoritas yang mutlak, termasuk membuat ajaran yang wajib ditaati oleh semua pengikut nya.
2. Hadis Manqul, yaitu hadis-hadis yang telah ditafsirkan oleh imam amaahnya sesuai kehendak dan kepentingannya.
3. Sabda Imam, yaitu tita-titah imam, baik yang menyangkut masalah ubudiyah atau muamalah. Jika imam melarang sesuatu atau mewajibkan sesuatu, wajib bagi pengikutnya untuk melaksanakan perintah dan larangannya.
D, Dampak Negatif Bagi Masyarakat
Sudah tentu kebeadaan kelompok Islam Jama’ah membuat beberapa orang berhati-hati, dan tentunya akan menambah keresahan bagi masayarakat, mereka khawatir bahwa ajarannya mampu mempengaruhi anggota kelurga mereka yang lain. Akibatnya tidak jarang mereka yang berbeda keyakinan dan pemahaman agama akhirnya memeiliki masalah dengan keluarganya, bahkan tidak jarang beban kewajiban yang harus dipenuhi oleh kelompok mebuatnya berani durhaka kepada kedua orangtuanya.
Pemahan Islam Jama’ah juga bisa menghalalkan mencuri harta diluar kelompok mereka, karena pemahaman mereka harta bukan orang Islam halal dicuri. Inilah sisi negative yang bisa berekembang denga adanya kelompok yang sesat seperti Isam Jama’ah.
E. Saran Mengatasinya
Keberadaan ajaran yang dianggap meresahkan seperti halnya Islam Jama’ah harus di atas dengan cara;
Pertama, “Mauizhatul Hasanah” berupa nasehat yang baik. Untuk kami itu bisa dimulai sejak dini, yaitu menanamkan ajaran agama kepada keluarga melaui teladan dari diri sendiri dahulu. Ada beberapa yang menjadi korban ajaran sesat lantaran tidak adanya basic agama yang ditanamkan oleh si anak, karenanya mereka tidak melihat teladan yang baik dari orang terdekatnya.
Kedua, apabila ada ajaran yang baru yang kita tidak ketahui hendaklah ditanyakan terlebihd ahulu oleh orang yang dipercaya dalam urusan agama.
Ketiga, untuk mengatasi ajaran sesat tidak bisa di atasi oleh pemuka agama saja, tapi pemerinta juga harus berperan aktif dan mensosialisasikan beberapa ajaran yang dianggapnya menyimpang, misalnya melalui penyebaran buku-buku.
Daftar Pustaka
Abdullah. Muhammad Sufyan Raji, Mengenal Aliran-Aliran Islam dan Ciri-Ciri Ajarannya, Jakarta: Pustaka al-Riyad, 2003.
Khalimi. Dr, Ormas-Ormas Islam: Sejarah, Akar Teologi dan Politik, Jakarta: GP Press, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s