KAJIAN FIQH: RUKUN SHALAT

 

Di dalam kitab Irsyad al-Anam, al-Habib Usman bin Yahya menjelaskan tentang ringkasan rukun shalat, bahwa rukun shalat terbagi menjadi tiga; pertama, rukun qolbi, kedua rukun qauli dan ketiga rukun fi’li. Rukun Qalbi adalah sesuatu yang wajib dihadirkan di dalam shalat, yaitu niat. Sedangkan rukun Qauli adalah segala sesuatu yang wajib dilafazkan ketika sholat yaitu; takbiratul ihram, membaca fatihah, membaca solawat atas Nabi di tahyat awal, membaca solawat terhadap keluarga Nabi di tahyat akhir, dan mengucapkan salam yang pertama. Dan rukun fi’li yaitu segala perbuatan yang wajib dikerjakan saat solat, yaitu dari mulai berdiri, ruku, ‘itidal, sujud, duduk diantara dua sujud, dan duduk tahyat.

Penjelasan singkat, pengertian rukun adalah segala hal yang wajib dilakasanakan, apabila tidak, maka ibadahya diangga tidak sah. Karenanya segala rukun beserta bagian-bagiannya yang  telah disebutkan wajib dilaksanakan. Rukun qolbi/hati  yait niat, maka wajib menghadirkan niat di dalam hati. Ketika Sholat misalnya wajib menghadirkan niat “Usholli fardol magrib…” atau “Sajahku niat shalat fardu magrib” di dalam hati ketika melafazkan takbiratul Ihram.  Maka ketika kita tidak menghadirkan niat tersebut di dalam hati, seumpama hanya di lisan saja, berarti sholat kita tidak sah.

Rukun Qaul/Ucapan, adalah segala yang wajib diucapkan di dalam solat, maksud diucapkan menurut Syekh Nawawi Banten dalam kitabnya Kasifatussaja mengatakan “Mengucapkan itu ditandai dengan terdengarnya suara kita oleh telinga kita sendiri”, maka seperti mengucap takbiratul ihram “Allahu akbar” atau salam “Asalamu alaikum dalam sholat itu harus didengar dengan minimal telinga kita sendiri, apa bila Takbiratul ihram “Allahu Akbar” hanya di dalam hati saja tidak dilafazkan dan tidak terdengar oleh telinga, maka sholatnya tidak sah, begitu pula dengan membaca al-Fatehah, salam, Sholawat dan salam kepada Nabi.

Untuk urusan mendengar sendiri bacaan kita, selain rukun tapi juga bertujuan untuk membangkitkan kehusu’an di dalam diri kita, sebagaimana sahabat yang dikatakan Nabi sebagai sholat yang khusu’ lantaran mendegarkan dan menyimak bacaan shalat Nabi SAW (contoh berjamaah). Dan terakhir adalah rukun fi’li/perbuatan. Yaitu segala perbuatan yang wajib dilakukan ketika solat, yaitu berdiri, ruku, sujud, I’tidal dll.

Maka dengan penjelasan tiga rukun sholat di atas mampu memperbaiki kualitas ibadah kita di kemudian hari, karena sholat dengan ilmu akan mendapatkan khu’su ketimbang sholat yang tanpa ilmu. Karena khu’su akan menghasilkan ikhlas dalam hati, dan iklas dalamhati akan membuahkan pahala. Dalam sebuah diktum dikatakan bahwa yang zohir mencerminkan yang batin. Zohir yang kita lakukan dalam sholat baik mencerminkan keihlasan dan kekhusuan di dalam batin. Maka solat yang diterjemahkan dalam rukun qolbi, qauli dan fi’li sebenarnya ungkapan dari Iman, yang dibenarkan dalam hati, diucapkan dengan lisan, dan diamalkan dengan anggota perbuatan. Maka sholat dengan rukun yang benar adalah sholat dengan iman. Amin ya Robbal Alamin.  

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s