HADITS PENDIDIKAN (TAYAMMUM DAN MANDI JANABAH)

 I.   TAYAMMUM

  1. Hadits

حديثُ عَمَّارٍ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ؛ فَقَالَ: إِنِّي أَجْنَبْتُ فَلَمْ أُصِبِ الْمَاءَ، فَقَالَ عَمَّارُ بْنُ يَاسِرٍ لِعُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ: أَمَا تَذْكُرُ أَنَّا كُنَّا فِي سَفَرٍ أَنَا وَأَنْتَ؛ فَأَمَّا أَنْتَ فَلَمْ تُصَلِّ، وَأَمَّا أَنَا فَتَمَعَّكْتُ فَصَلَّيْتُ، فَذَكَرْتُ لِلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم، فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم: إِنَّمَا كَانَ يَكْفِيكَ هكَذَا، فَضَرَبَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم بِكَفَّيْهِ الأَرْضَ، وَنَفَخَ فِيهِمَا وَجْهَهُ، ثُمَّ مَسَحَ بِهِمَا وَجْهَهُ وَكَفَّيْهِ أخرجه البخاري في: 7 كتاب التيمم: 4 باب المتيمم هل ينفخ فيهما

Artinya: Seorang datang kepada Umar bin Alkhatthab r.a. dan bertanya: Saya berjanabat lalu tidak mendapat air. Jawab Umar: Jangan shalat. Maka Ammar r.a. berkata kepada Umar: Ya amiral mu’minin. Apakah anda tidak ingat ketika aku bersamamu dalam bepergian lalu kita berdua berjanabat, adapun anda tidak sem-bahyang, sedang aku berguling-guling di tanah lalu shalat, lalu hal itu saya ceritakan kepada Nabi saw. lalu Nabi saw. bersabda: Sesungguhnya cukup bagimu berbuat begini, lalu Nabi saw. memukul-kan kedua tapak tangan ke tanah, lalu ditiup kemudian diusapkan mukanya dan kedua tapak tangannya. Dikeluarkan oleh Imam Bukhari dalam Kitab Tayamum, bab 4.

Hadits II

 َوَعَنْ عَمَّارِ بْنِ يَاسِرٍ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: ( بَعَثَنِي اَلنَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم فِي حَاجَةٍ فَأَجْنَبْتُ فَلَمْ أَجِدِ اَلْمَاءَ فَتَمَرَّغْتُ فِي اَلصَّعِيدِ كَمَا تَمَرَّغُ اَلدَّابَّةُ ثُمَّ أَتَيْتُ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لَهُ فَقَالَ: إِنَّمَا كَانَ يَكْفِيكَ أَنْ تَقُولَ بِيَدَيْكَ هَكَذَا ثُمَّ ضَرَبَ بِيَدَيْهِ اَلْأَرْضَ ضَرْبَةً وَاحِدَةً ثُمَّ مَسَحَ اَلشِّمَالَ عَلَى اَلْيَمِينِ وَظَاهِرَ كَفَّيْهِ وَوَجْهَهُ )  مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ وَاللَّفْظُ لِمُسْلِم ٍ وَفِي رِوَايَةٍ لِلْبُخَارِيِّ: وَضَرَبَ بِكَفَّيْهِ اَلْأَرْضَ وَنَفَخَ فِيهِمَا ثُمَّ مَسَحَ بِهِمَا وَجْهَهُ وَكَفَّيْه

 

Artinya: Ammar Ibnu Yassir Radliyallaahu ‘anhu berkata: Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam telah mengutusku untuk suatu keperluan lalu aku junub dan tidak mendapatkan air maka aku bergulingan di atas tanah seperti yang dilakukan binatang kemudian aku mendatangi Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam dan menceritakan hal itu padanya. Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “sesungguhnya engkau cukup degnan kedua belah tanganmu begini.” Lalu beliau menepuk tanah sekali kemudian mengusapkan tangan kirinya atas tangan kanannya punggung kedua telapak tangan dan wajahnya. Muttafaq Alaihi dan lafadznya menurut Muslim. Dalam suatu riwayat Bukhari disebutkan: Beliau menepuk tanah dengan kedua telapak tangannya dan meniupnya lalu mengusap wajah dan kedua telapak tangannya.

  1. Kosa kata:

أَنَّا     :  إذا  ketika kita

ذكرت ذالك: ذَكَرْتُ aku ingat akan hal itu

فضرب بكفيه من الفرع: ضَرَبَ memukulkan telapknya dari sebagian

فى الأرض: الأَرْضَ di atas tanah

أَجْنَبْتُ                : mendapat diriku junub

 فَتَمَعَّكْتُ      : berguling-guling (Hadits pertama)

فَتَمَرَّغْتُ فِي اَلصَّعِيدِ: bulak-balik di atas tanah mengira bahwa tayamum untuk junub sama berlaku  seluruh badan dengan debu, sebagaimana lazimnya mandi dengan air.  (Hadits ke dua)

تَقُولَ: al-Qaul dimutlakan pada al-fil (mengunakan lafaz “ucapan” tapi yang dimaksud adalah perbuatanya.)

وَنَفَخَ فِيهِمَا: menjatuhkan sesuatu dari debu, dikatakan untuk tidak tebal diwajah.

 

  1. Penjelasan dan Nilai Pendidikan Hadits

Hadits ini berada di dalam kitab sahih al-Bukhari, dituliskan bahwa al-Bukhari mendapatkan hadits ini melalui Adam dari Su’bah dari al-Hakam dari dari dzar dari Said bin Abdurrahman bin Abray dari Bapaknya berkata….

Hadits di atas menjelaskan tentang tata cara bertayamum, rasul mengajarkan  bahwa tayamum; kedua tangan memukulkan ke tanah satu kali dan mengusapkan tangan kanan dengan tangan kiri. Dan mempraktekkan hal yang sama pada wajah. Bahkan ditambakan rasul juga meniupkan kedua telapak tangannya dan kemudian mengusapkannya ke wajah.

Hadits ini mempunyai nilai pendidikan; Menanyakan kembali: Bahwa sebagai seorang murid hendaklah menanyakan sesuatu kepada guru yang pernah diragukannya di masa lalu. Menjawab dengan singkat: sebagai mana matan hadits, di sana Rasul langsung menjawab singkat dan mempraktekkan tanpa memberikan prihal yang panjang dan membingungkan. Mencontohkan: Teori dan penjelasan saja tidak cukup, guru dalam hal ini adalah Rasul mempraktekkan tayamum di depan sahabatnya (Ammar bin Yasar).

  1. Biografi

Ammar bin Yasar bin Amir al-Ansy “Abu al-Yaqzhon”, dia berasal dari Bani Makhzum. Dia juga termasuk sahabat al-Sabiqun al-Awwalun. Di masuk Islam di Kota Mekkah dan syahid di umur 73 tahun pada perang Syiffin. Meriwayatkan 62 hadits.

  1. Asbabul Wurud

Dalam suatu kesempatan saat Ammar bin Yasar diutus Nabi, kemudian Ammar berhadas besar namun tidak ada air, maka Ammar bin Yasar melakukan Ijtihad pribadi. Ia mencoba qiyas dalam masalah junub dengan tayamum hadas kecil. Ijtihadnya ditanyakan kepada rasul ketika ingat. Yang Rasul lakukan adalah langsung mempraktekkan tayamum yang sebenarnya di hadapan Amr bin Yasar.

 

 

 

 

    II.      SIWAK

  1. Hadits

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ : لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ مَعَ كُلِّ وُضُوءٍ أَخْرَجَهُ مَالِكٌ وَأَحْمَدُ وَالنَّسَائِيُّ. وَصَحَّحَهُ ابْنُ خُزَيْمَةَ وَذَكَرَهُ الْبُخَارِيُّ تَعْلِيقًا

Artinya: Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu dari Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bahwa beliau bersabda: “Seandainya tidak memberatkan atas umatku niscaya aku perintahkan mereka bersiwak (menggosok gigi dengan kayu aurok) pada setiap kali wudlu.” Dikeluarkan oleh Malik Ahmad dan Nasa’i. Oleh Ibnu Khuzaimah dinilai sebagai hadits shahih sedang Bukhari menganggapnya sebagai hadits muallaq.

  1. Kosa Kata:

أَشُقَّ-يشق   :  Dari kata-kata Masyaqoh (kesulita) karena rasul melihat bahwa perintah ini susah untuk umatnya.

لَأَمَرْتُهُمْ           : Perintah mewajibkan, bukan mensunahkan.

السِّوَاكِ            : Secara bahasa adalah al-Fiil (perbuatan), secara istilah adalah mengunakan batang di gigi untuk menghilangkan bau.  Sebaiknya adalah mengunakan bahan kayu arok yang sedang dan tidak terlalu basah.

تَعْلِيقًا       : Hadits mualaq yaitu hadits terputus dari sanad yang pertama.

  1. Penjelasan dan Nilai Pendidikan Hadits

Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ini menjelaskan bahwa Nabi tidak ingin menysahkan umatnya kepada beban yang berlebihan karena takut umatnya tidak mampu melakukannya. Karenanya Nabi tidak mememerintakan siwak pada setiap wudhu.

Adapun hadits ini memberikan kita sebuah pendidikan berupa; Bahwa hendaklah kita tidak memberi beban yang dirasa tidak disanggupi oleh orang lain, atau murid dalam hal ini.

  1. Biografi:

Abu Hurairah bernama asli Abdurahman bin Shokhr al-Yamany al-Dausy masuk Islam pada tahun ke tujuh Hijiyah, meriwayatkan 5374 hadits, dia adalah sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits. Wafat pada tahun 57 Hijiyah usia 78 tahun dikuburkan di Madinah.

 

 III.      JANABAH

  1. Hadits I

حديث عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم، أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم كَانَ إِذَا اغْتَسَلَ مِنَ الجَنَابَةِ بَدَأَ فَغَسَلَ يَدَيْهِ، ثُمَّ يَتَوَضَّأُ كمَا يَتَوَضَّأُ لِلصَّلاَةِ، ثُمَّ يُدْخِلُ أَصَابِعَهُ فِي الْمَاءِ فَيخَلِّلُ بهَا أُصُولَ شَعَرِه، ثُمَّ يَصُبُّ عَلَى رَأْسِهِ ثَلاَثَ غُرَفٍ بِيَدَيْهِ، ثُمَّ يُفِيضُ الْمَاءَ عَلَى جِلْدِهِ كُلِّهِ أخرجه البخاري في: 5 كتاب الغسل: 1 باب الوضوء قبل الغسل.

Artinya: ‘Aisyah r.a. berkata: Adanya Nabi saw. jika mandi janabat, membasuh kedua tapak tangannya lalu wudhu’ sebagaimana wudhu’ untuk shalat, kemudian memasukkan tangannya ke dalam air untuk membasuh sela-sela rambutnya sampai ke dalamnya, kemudian menuangkan air di atas kepalanya tiga kali dengan kedua tangannya, kemudian menyiram semua badannya. (Bukhari, Muslim).

  1. Kosa kata:

اغْتَسَلَ مِنَ الجَنَابَةِ  : Mandi junub

بَدَأَ-يبدأ               : Memulai

غَسَلَ- يغسل         : Membasuh

أَصَابِع                        : Jari jari

خَلِّلُ-يخلل            : Menyela-nyela

يَصُبُّ-صب         : Menuangkan

جِلْد                    : Kulitnya

  1. Penjelasan Hadits dan Nilai Pendidikan

Di dalam kitab Sahih al-Bukhari bahwa imam Bukhari mendapatkan hadits ini melalui Abdullah bin Yusuf dari Malik dan Hasyim dari ayahnya (Urwah) dari ‘Aisyah bahwa dahulu nabi mengerjakan mandi junub di awali dengan mencuci tangan dan wudhu lalu memsukkan tanganya ke dalam air untuk kemudia disela-selakannya rambut, kemudia menguyurkan air tiga kali ke tas kepalanya dan menguyur seluruh badan.

Dari penjelasan di atas dapat diambil nilai pendidikan adalah adanya unsur sistematika dalam penyampaian. Di sini ‘Aisyah menjelasakan dengan sangat tertib dari awal sampai akhir prosesi mandi junub, menunjukkan bahwa pemberian materi haruslah sesuai dengan urutan-urutannya (sitematika), yaitu mampu menempatkan materi pada tempatnya.

  1. Biografi

Aisyah binti Abu Bakar, Umm al-Mu’minin. Abu Bakar tdak menikahkannya kecuali dengan Nabi Muhammad SAW. ’Aisyah meriwayatkan 2210 hadits. Dia juga dikenal sebagai  wanita yang mengerjakan Saum al-Dahr.  Wafat tahun ke 57 Hijriyah dan dikuburkan di Baqi. .

Hadits II

حديث أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم، قَالَ: إِذَا جَلَسَ بَيْنَ شُعَبِهَا الأَرْبَعِ ثُمَّ جَهَدَهَا فَقَدْ وَجَبَ الْغُسْل أخرجه البخاري في: 5 كتاب الغسل: 28 باب إذا التقى الختانان

Artinya: Abu Hurairah r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Jika duduk di antara cabangnya yang empat, kemudian menekannya, maka telah wajib mandi. (Bukhari, Muslim). Dalam riwayat Muslim: Meskipun tidak keluar mani. Juga ada riwayat: Dan telah bersentuh kemaluan laki-laki dengan kemaluan isterinya yang disebut kemudian ditekan-kan.

 

  1. Hadits III

َوَعَنْ أُمِّ سَلَمَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: ( قُلْتُ: يَا رَسُولَ اَللَّهِ إِنِّي اِمْرَأَةٌ أَشُدُّ شَعْرَ رَأْسِي أَفَأَنْقُضُهُ لِغُسْلِ اَلْجَنَابَةِ؟ وَفِي رِوَايَةٍ: وَالْحَيْضَةِ؟ فَقَالَ: لَا إِنَّمَا يَكْفِيكِ أَنْ تَحْثِي عَلَى رَأْسِكِ ثَلَاثَ حَثَيَاتٍ )  رَوَاهُ مُسْلِم

Artinya: Ummu Salamah Radliyallaahu ‘anhu berkata: Aku bertanya wahai Rasulullah sungguh aku ini wanita yang mengikat rambut kepalaku. Apakah aku harus membukanya untuk mandi jinabat؟ Dalam riwayat lain disebutkan: Dan mandi dari haid؟ Nabi menjawab: “Tidak tapi kamu cukup mengguyur air di atas kepalamu tiga kali.” Riwayat Muslim.

  1. Kosa Kata:

أَشُدُّ شَعْرَ     : Terikat dengan sesuatu atau diikat dengan ikatan rambut

َأَنْقُضُهُ                : Maksud pertanyaan itu adalah bagaimana dengan ikatan di rambut

تَحْثِي         : mengalirkan air dengan kedua tangan dan menyampaikannya ke rambut

 

 

 

  1. Penjelasan Hadits dan Kaitannya dengan Pendidikan

Rasul menberikan penjelasan seputar pertanyaan Ummu Salamah yang bertanya bahwa rambutnya terikat saat mandi junub. Rasul memberikan penjelasan bahwa tidak perlu membuka ikatan tersebut, tetapi cukup menyiramkan air tiga kali  pada rambut yang diikat tadi.

Dari hadits di atas nilai pendidikan yang dapat dipelajari adalah: Metode diskusi tanya jawab bahwa pembelajaran bisa dilakukan lewat interaksi Tanya jawab. Selain itu, dianjurkan untuk tidak malu-malu menanyakan segala hal kepda ahlinya. Di dalam hadits ini Ummu Salamah sebagai Ummahat al-Mu’minin tidak malu untuk bertanya seputar hukum agama.

  1. Biografi

Ummu Salamah adalah Hindun bin Umayyah al-Qurasiyah al-Makhzumiyyah, termsuk dari Umm al-Mu’minin dinikahi Nabi pada tahun ke ke tujuh dari Hijarah Nabi.  Dia meriwayatkan 378 hadits. Wafat pada tahun 57 hijriyah pada berumur 84 tahun. Menurut al-Zahabi Ummu Salam adalah Ummul Mu’minin yang terakhir wafat, dan dikuburkan di al-Baqi.

  1. Asbabul Wurud

Hadits ini diucapkan rasul lantaran pertanyaan yang diajukan oleh Ummu Salamah seputar mandi janabah yang terikat rambutnya.

 IV.      LIMA FITHRAH

  1. Hadits I

 

حديث أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم، قَالَ: الْفِطْرَة خَمْسٌ أَوْ خَمْسٌ مِنَ الْفِطْرَةِ: الْخِتَانُ، وَالاِسْتِحْدَادُ، وَنَتْفُ الإِبْطِ، وتَقْلِيمُ الأَظْفَارِ، وَقَصُّ الشَّارِبِ أخرجه البخاري في: 77 كتاب اللباس: 63 باب قص الشارب

Artinya: Abu Hurairah r.a. berkata: Nabi s.a.w. bersabda: Tuntunan fitrah lima (atau: Lima dari tuntunan fitrah): 1. Khitan, 2. Mencukur bulu di sekitar kemaluan, 3. Mencabut bulu ketiak, 4. memotong kuku. 5. Memotong (menggunting) kumis. (Bukhari, Muslim).

Hadits II

 

Artinya: Dari ‘Aisyah r.a: Bersabda Nabi SAW: Sepuluh macam dari fitrah) yaitu: 1. Memotong kumis, 2. Memelihara  jenggot, 3. Siwak, 4. Menghirup air ke hidung, 5. Memotong kuku, 6. Membasuh  sela-sela telinga, 7. Mencabut  bulu ketiak, 8. Mencukur bulu kemaluan, 9.  Beristinja, berkata perawi: aku lupa yang ke sepuluh kecuali 10. Melakukan  kumur-kumur. Berkata imam Waqi’, yaitu salah satu perawi: yang dimaksud dengan     adalah beristinja, (Hadits diriwayatkan oleh imam Muslim).

  1. Kosa Kata:

الْفِطْرَة : Kelakuan yang tetap pada Nabi

  1. Penjelasan Hadits dan Nilai Pendidikan

Di Hadits ini menjelaskan tetang kelakuan yang ditetapkan oleh Nabi, dari mulai dari khitan,  mencukur bulu di sekitar kemaluan, mencabut bulu ketiak. memotong kuku. memotong (menggunting) kumis,menghirup air ke hidung, membasuh  sela-sela telinga, mencukur bulu kemaluan, beristinja, dan kumur-kumur. Hadits ini secara pendidikan mengajarkan kepada kita tentang pentingnya menjaga kebersihan dan memelihara identitas. Sekaligus menjadi bahasn peringatan kepada murid bahwa ada beberapa hal yang semestinya harus dibersihkan secara rutin di tubuh kita.

 

 

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

Al-Bukhari, Abu Abdullah Muhammad, Shahih al-Bukhari, Kairo: Maktabah Al-Syuruq al-Daauliyah, —.

Al-Maliki. Alawi Abbas dan al-Nury. Hasan Sulaiman, Ibanah al-Ahkam: Syarh Bulug al-Maram, Bairut: Dar al-Fikr, 2002.

Al-Nawawi. Abu Zakariya, Riyad al-Sholihin, Bairut: Dar al-Fikr, 2001.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s