Antara Monar, PQJ, dan Istiqlal (part 3 selesai)

Tempat wisata di Jakarta memang sangat bervariasi. Beberapa orang biasa memilih tempat wisata sejarah, wisata hiburan, atau bahkan wisata religius.
Khusus untuk wisata religius di Jakarta memang yak sepopuler museum atau tempat lain, namun tidak sepopuler belum tentu tidak ramai. Wisata religius di Jakarta seperti tempat peziarahan, luar batang, pangeran Jayakarta dll. Tempat tersebut cukup ramai dikunjungi oleh wisatawan baik dari dalam maupun luar Jakarta.
Wisata religius yang populer di Jakarta mungkin hanya masjid Istiqlal, masjid yang dibangun di zaman orde lama Dan tercatat sebagai masjid terbesar se Asia Tenggara. Masjid ini terletak bersebrang dengan gereja Katedral di araha selatan Dan berseberangan dengan Monas di sisi utara.
Penulis berkesempatan mengunjungi Istiqlal Setelah pulang dari PRJ. Tampa kesulitan penulis melewati kawasan pasar baru Dan tak lama menemukan masjid Istiqlal yang bersebelahan dengan kementrian agama RI.
Setelah menemukan parkiran yang pas, penulis sesekali mengabadikan Diri di depan papan bertuliskan Masjid Istiqlal. Penulis juga sambil mengingat ingat sewaktu kecil berkunjung ke sini. Waktu perayqqn festival istiqlal. Atau juga ketika bersama-sama berkunjung ketika duduk di bangk madrasah aliyah. Sungguh sangat berbeda, waktu itu air kali di depan masji Istiqlal masi penuh Dan jernih di bandingkan sekarang yang sengaja tidak dialorkan karna dihawatirkan mengganggu kenyamanan pengunjung. Karena saat itu penulis menyaksikan bagaimana sampah memenuhi sisi kali Dan berwarna hitam.
Tak sabar untuk kedalam penulis segera berpindah Dan masuk pintu utama masjid. Seperti biasa pemandangan beberapa orang yang menawarkan plastik untuk menyimpan sandal. Tapi penulis keburu melihat di dalam Ada loket penitipan sandal Dengan tulisan besar ‘Loket Penitipan Sandal GRATIS’ dalam hati berkata kapan lagi merasakan gratis di Jakarta. Dan setelah mengambil air wudhu penulis menuju ruang utama di lantai dua, di sana seluruh pengunjung harus menitipkan barang bawaan mereka, lagi lagi dalam hati berkata ini pasti gratis. Penulis merasa bangga saat itu Karena Istiqlal sangat menghormati tamu yang hendak shalat, Dan ini sangat Islami Dan ajaran baginda rasul. Sudah pasti mereka begitu karna tidak lepas dari ajaran sehari-hari para pemberi tausiyah mungkin.
Penulis juga melihat pelataran masjid yang luas biasa dipakai untuk menerima beberapa tamu negara seperti yang terakhir adalah pangeran Charles dari Inggris.
Berkesempatan shalat di masjid Istiqlal memiliki kesan yang berharga fan berbeda dengan masjid lain. Setelah melaksanakan rangkaian shalat magrin berjamaah, penulis bergegas untu keluar Dan pulang. Dan epulis harus mengambil kembali barang yang dititipkan di loket khusus penitipan.
Sungguh tak percaya, penulis dengan jelas melihat yang sebelumnya terkesan berbalik menjadi biasa saja, pasalnya loket tadi yqng dikira gratis malah mengeluarkan papan dengan himbauan setelah mengambil diisi juga papan ini dengan selembar ribuan. Dalam hati berkata, mengapa mental merela sama seperti di samsat samsat yang jelas banyak tulisan ‘jangan percayakan urusan anda dengan calo’ eh di dalam banyak polisi berseragam yang menawarkan jasa. Ternyata orang kita di mana saja sama,sampai-sampai di masjid pun Ada tulisan menggratiskan para pengunjung tidak bisa dilaksanakan dengan benar, mereka tanpa merasa bersalah tidak ingin meloloskan begitu saja para pengunjung. Pemandangan yang menyedihkan ini masjid dipalakai para pejabat negara Dan namanya pun terkenal di telinga petinggi dunia, tapi apa nyatanya tidak beda dengan pelayanan publik yang dipertanyakan.
Jadi mau seperti apa kita sekarang, ya tergantung kita. Harapan untuk lebih baik buat negeri ini bergantung pada kita bukan orang lain. Jadi Monas, Prj atau Istiqlal kah yang anda kagumi Dan kunjungi?.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s