Antara Monas, PRJ, dan Istiqlal (part 1)

Belum lama ini penulis berkesempatan berlibur di pusat Jakarta. Tempat yang dipilih adalah Monas Dan PRJ, belakangan penulis juga memutuskan untuk berkunjung ke Masjid Istiqlal. Dari ketiga perkalan tadi penulis merasakan Hal yang aneh sekaligus menarik.
Penulis yang tinggal di daerah ciledug memutuskan untuk melewati jalan Raya joglo sampai pemata hijau mengambil arah benhil Dan tembus di kawasan karet, penulis meneruskan ke arah dukuh atas Dan berakhir di jalam sudirman, penulis bersama seorang wanita akhirnya sampai di tujuan pertama yaitu monumen Nasional.
Saay itu monas dipenuhi wisatawan dalam negri, sesekali melihat pemandangan beberapa wisatawan asing yang sedang sibuk mendenhatkan penjelasan guide. Monas tampak gersang Dan kotor, di parkiran penulis mencium aroma yang tak sedap haik itu ASAP bis atau air kencing, sumpek dipenuhi pedagang liar yang menawarkan makanan ringan, mnuman, serta aksesoris khas Jakarta.
Pemandangan sama terlihat di pelataran monas, kotor dengan sampah Dan dagangan. Belum lagi anterian pengunjung yang super panjang untuk naik ke puncak monas.
Ini sebenarnya harus disayangkan, karena sejarah kemerdekaan yang terpajang di ruang diorama justru kalah ramai. Apalagi ruang penyimpanan teks proklamasi dan rekaman proklamator bangsa pun tidak terlihat aktivitas seramai mereka yang ingin ke puncak monas.
Padahal jika dipikir, ruang diorama n teks proklamasi memiliki nilai historis yang sangat besar. Jika dibandingkan puncak monas tentu mengetahui sejarah jauh lebih penting, apalagi melihat pemandangan dari puncak monas tidak lagi istimewa dibandingkan masa lalu. Karena, bangunan tinggi di jakarta sudah banyak yang melebihi monas, karenanya jika ke monas hanya dimanfaatkan untuk melihat pemandang dari ketinggian, lebih baik naik lift di wisma syahid atau grad indonesia, sudah pasti gratis dan tidak antri.
Fasilitas di monas masi kurang terpenuhi, ini misalnya bisa dilihat dari keberadaan Musola dan tempat wudhu yang masi jauh dari kenyamanan ideal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s