Cinta Abadi

Oleh: Djauharul Bar
semua manusia di dunia ini pasti pernah merasakan cinta, hanya orang yang tak waras saja mungkin tidak pernah merasa hal demikian. cinta banyak sekali penafsirannya, dan hampir bisa dikatan bahwa samapi saaat ini ulama belum sepakat mengenai arti cinta ang sebenarnya. sehingga tak salah jika ribuan prnyair menjadikan tema cinta sebagai andalan pusi dan lagunya. untuk sebagian orang cinta mungkin identik dengan kata “i Love U” anak kecil biasa menyebut dengan lope lope. di antara kalian mungkin ada sejumlah kimat yang bisa menggambarkan ati tentang cinta. kata yang hampir mirip dengan cinta adalah sayang, senang, suka, rindu dan asmara.

kendati demikian, ada sebuah definisi cinta yang perlu kalian ketahui. menurut seorng filosof Prancis (yang tidk ingin disebutkan namanya) cinta adalah walaupun bukan karena. maksudnya, cinta tidak membutuhkan alasan, karena cinta boleh saja timbul sekalipun tanpa alasan. aku cinta kamu, misalnya bukan karena kamu canti, atau kamu shalehah atau yang lain-lain, namun aku cinta kamu walaupun kamu ga cinta aku. nah jadi cinta merupakan hal terdalam yang sulit untuk diterima oleh rasionalitas.

benar, cinta adalah perasaan yang irasional tidak bisa dirangkai dengan kata-kata, lantaran kata-kata hanya terbatas yang bisa medistorsi hakikat cinta itu sendiri. pasti kita iangat dengan kisah Laila Majnun, diceritakan seorang pemuda yang sangat mencintai seorang wanita yang secara wajah jauh dari kriteria cantik, namun lantaran cintalah si pemuda berusaha untuk bisa dicintai oleh wanita dan tak jarang orang menyebutnya sebagai majnun (si gila) yang dirasa tidak memakai penglihatanya, bagai mana tidak kok bisa pemuda mencintai wanita yang jelek rupanya. yah, ini lah cinta. si pemuda paham, bahwa hanya cinta lah yang abadi yang bisa menyatukan dua perbedaan. dan wajah cantik pun akan pudar dan tak menjamin keabadian sebuah cinta.

di zaman modern cita kerap dijadikan hal yang materialistik dan duniawi. terlebih budaya Barat yang selalu menjual cinta dengan bungkus birahi. sehingga cinta telah banyak diratikan secara salah. cinta yang walnya suci menjadi sesuatu yang profan. sekalipun cinta adalah imagenasi, namun imagenasi akan menjadi lebih indah jika diukir diatas media kertas. begitupun dengan cinta, akan terasa lengkap dengan jalan pernikahan. sebuahikatan yang penuh dengan janji dan kesetiaan, yang mampu mengbadikan dan memberi nyata hal yang abstak dan irasional.

terakhir mao nyambung apa ga ni tulisan, yang penting nulis. Thanks buat yang mao komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s