Tujuan Pendidikan Islam

Oleh: Djauharul Bar
A. Pengertian dan Fungsi Tujuan pendidikan Islam
1. Pengertian Tujuan Pendidikan
Bagaikan seorang yang hendak berpergian, mengetahui tujuan kemana ia melangkah adalah bagian terpenting dari perjalanannya. Bisa dibayangkan bila ada orang yang berpergian tanpa mengetahui tujuannya, dipastikan ia akan mengalami banyak kesulitan. Kurang lebih pendidikan pun demikian, tujuan dalam pendidikan harus dirumuskan dengan matang. Namun sebelum jauh kita membahas tujuan apa saja dalam pendidikan Islam, ada baiknya disimak beberapa pengertian mengenai tujuan.
Prof Abuddin Nata dalam bukunya Filsafat Pendidikan Islam memberi banyak penjabaran seputar pengertian tujuan pendidikan. Menurutnya para ahli berbeda pendapat mengenai pengertian dari tujuan. Hasan Langgulung misalnya menyamakan istilah tujuan dengan maksud, bahwa kadang-kadang maksud dan tujuan tanpak berbeda dan kadang-kadang tampak serupa.
Selain itu masih dalam buku yang sama, al-Syaibany memberikan penjelasan tujuan dengan istilah matlamat (tanda-tanda). Dengan lengkap Prof Abudin Nata mengutip sebagai berikut;
Menurut al-Syaibany, hubungan antara tujuan dan tanda-tanda adalah hubungan persekutuan, atau persamaan dalam makna, tempat pencapaian tujuan, dan tanda adanya perencanaan, usaha yang disengaja serta rentetan langkah-langkah antara yang satu dengan lainnya. Dengan demikian tujuan dan tanda adalah akhir suatu proses yang di dalamnya terdapat awal. Awal dan akhir itu ditentukan oleh langkah-langkh yang bertalian satu sama lain, lengkap melengkapi.

Sehingga menurut Prof Abuddin Nata bisa disimpulkan bahwa tujuan itu cakupannya samang luas. Di dalam tujuan tercakup berbagai masalah, yaitu mencakup keinginan, proses, ramalan dan maksud. Ditambahkannya pula, hal ini menggambarkan dengan jelas bahwa suatu tujuan dalam prakteknya menghendaki pilihan-pilihan yang dilakukan secara seksama terhadap berbagai alternative yang ditawakan. Yang terpenting lagi, kesalahan dalam memillih alternatif dalam perumusan suatu tujuan akan membawa hasil yang salah pula. Itu lah sebabnya suatu rumusan tujuan pendidikan tidak dapat dibuat tanpa mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang akan dihasilkan dalam kegiatan pendidikan.
2. Fungsi Tujuan Pendidikan
Ahmad D Marimba dalam bukunya Pengantar Filsafat Pendidikan Islam memberikan empat fungsi tujuan pendidikan. Pertama, tujuan berfungsi mengakhiri usaha. Pada umumnya seuatu usaha berakgir bila tujuan akhir telah tercapai. Kedua, tujuan berfungsi mengarahkan usaha. Karena tanpa adanya antisipasi, penyelewengan akan banyak terjadi dan kegiatan tidak akan berjalan dengan efisien. Ketiga, tujuan dapat berfungsi sebagai titik pangkal unuk mencapai tujuan-tujuan lain, yaitu tuaun baru atau tujuan lanjutan. Terakhir, fungsi tujuan adalah memberi nilai pada usaha itu. Menurutnya nilai-nilai ni bermacam-macam tergantung pada pandangan yang merumuskannya.
Meneruskan apa yang di bicarakan pada poin terakhir, Hasan Langgulung mengatakan bahwa tujuan pendidikan Islam harus mengakomodasi tiga fungsi utama dari agama, yaitu fungsi spiritual seperti akidah dan iman, fungsi psikologis seperti nilai-nilai akhlak, dan ketiga fungsi sosial seperti aturan antar manusia dan masyarakat.
B. Tujuan Pendidikan dalam Perspektif Islam
Secara khusus Dr. Khosrow Bagheri menulis satu bab tentang The Aims of Education dalam bukunya Islamic Education. Pakar pendidikan dari Iran ini menyebutkan bahwa tujuan pendidikan Islam adalah nasehat (rushd), penyucian total (tatharl), kehidupan yang baik (hayat al-Taybah), petunjuk (hidayah), ibadah, taqwa, mendekat pada Allah (qurb), surga (ridwan), keadilan (qist), keselamatan (falah), tafakkur, kejayaan (Izzah), kebersamaan (ta’awun), kebersihan hati (tazkiya), kuat dan bersih (quwwah dan Nizafah).
Dari keseluruhan tujuan di atas Bagheri membaginya kepada dua kategori tujuan, yaitu tujuan sementara (intermediate aims) dan tujuan akhir (final aims). Pembagian kategori tersebut didasarkan pada dimensi manusia yang horizontal (mendatar) dan vertikal (tegak lurus). Tujuan sementara masuk pada dimensi horizontal, artinya bahwa tidak ada hubungan antar diensi kecuali dimensi yang tertentu saja. Sedangkan tujuan akhir masuk dalam kategori vertikal, artinya bahwa adanya hubungan dimensi ini dengan kesemua dimensi manusia, atau dengan kata lain adanya hubungan dengan tujuan sementara. Dijelaskan secara singkat, bahwa tujuan sementara masing-masing memilki satu dimensi, sedangkan dalam tujuan akhir semua dimensi masuk dalam setiap kategori.
1. Tujuan Sementara (Intermediate Aims)
Tujuan sementara itu adalah tafakkur, kebersihan hati (tazkiya), keadilan (qisth), kebersamaan (ta’awun), kejayaan (Izzah), kuat dan bersih (quwwah dan Nizafah). Bahwa setiap kategori tadi berhubungan dengan satu dimensi manusia. Tafakkur berhubungan dengan dimensi intelektul manusia, kesucian hati (tazkiya) berhubungan dengan dimensi moral, keadilan (qisth) berhubungan dengan dimensi ekonomi, kebersamaan (ta’awun) berhubungan dengan dimensi sosial, kejayaan (Izzah) berhubungan dengan dimensi politik, dan terkahir kuat dan bersih (quwwah dan Nizafah) berhubungan dengan aspek jasmani.
Tafakkur disebutkan dalam surah al-Hasr ayat 21
                ••   
21. Kalau sekiranya kami turunkan Al-Quran Ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. dan perumpamaan-perumpamaan itu kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.

Kebersihan hati (tazkiya) disebutkan di dalam surah al-Syams ayat 9;
    
9. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,

Keadilan (qisth) disebutkan di surah al-Hadid ayat 25 ;
         ••   
25. Sesungguhnya kami Telah mengutus rasul-rasul kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan Telah kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan.

Kebersamaan (ta’awun) disebutkan di surah al-Maidah ayat 2,
           •   •    
2. Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.

Kejayaan (Izzah) disebutkan di surah al-Maidah 54,
                 •                      
54. Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, Maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah Lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.

Kuat dan bersih (quwwah dan Nizafah) al-Qashas 26
           
26. Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: “Ya bapakku ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), Karena Sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang Kuat lagi dapat dipercaya”.
2. Tujuan Akhir (Final Aims)
Menurut Dr Dr. Khosrow Bagheri nasehat (rushd), penyucian total (tatharl), kehidupan yang baik (hayat al-Taybah), petunjuk (hidayah), ibadah, taqwa, mendekat pada Allah (qurb), dan kerelaan (ridwan) adalah tujuan akhir dari pendidikan dalam Islam. Kesemua kategori memiliki hubungan yang terkait dengan seluruh dimensi manusia, mulai dari itelektual, moral, sosial, politik, ekonomi, dan jasmani.
Nasehat (rushd) disebutkan di dalam surah al-Baqarah :186,
                   
186. Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang aku, Maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

Penyucian total (tatharl) disebutkan dalam suruh al-maidah ayat 6,
                                                                
6. Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, Maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub Maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, Maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.

Kehidupan yang baik (hayat al-Taybah) disebutkan di dalam surah al-Nahl 97,
         •    
97. Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, Maka Sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik.

Petunjuk (hidayah) disebutkan dalam al-quran surah al-Fatih ayat 20,
          ••        
20. Allah menjanjikan kepada kamu harta rampasan yang banyak yang dapat kamu ambil, Maka disegerakan-Nya harta rampasan Ini untukmu[1401] dan dia menahan tangan manusia dari (membinasakan)mu (agar kamu mensyukuri-Nya) dan agar hal itu menjadi bukti bagi orang-orang mukmin dan agar dia menunjuki kamu kepada jalan yang lurus.

Ibadah disebutkan di dalam surah al-Zariat ayat 56,
      
56. Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.

Taqwa disebutkan dalam surah al-Baqarah 187 ,
•         •   •                         •                                 ••   
187. Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah Pakaian bagimu, dan kamupun adalah Pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, Karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi ma’af kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang Telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam masjid. Itulah larangan Allah, Maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.

Mendekat pada Allah (qurb )disebutkan dalam surah al-Kahfi ayat 24,
                  
24. Kecuali (dengan menyebut): “Insya Allah”[879]. dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa dan Katakanlah: “Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya dari pada ini”.

Kerelaan (ridwan) disebutkan di dalam surah al-Hadid ayat 27
               •              •            
27. Kemudian kami iringi di belakang mereka dengan rasul-rasul kami dan kami iringi (pula) dengan Isa putra Maryam; dan kami berikan kepadanya Injil dan kami jadikan dalam hati orang- orang yang mengikutinya rasa santun dan kasih sayang. dan mereka mengada-adakan rahbaniyyah padahal kami tidak mewajibkannya kepada mereka tetapi (mereka sendirilah yang mengada-adakannya) untuk mencari keridhaan Allah, lalu mereka tidak memeliharanya dengan pemeliharaan yang semestinya. Maka kami berikan kepada orang-orang yang beriman di antara mereka pahalanya dan banyak di antara mereka orang-orang fasik.

Terakhir Dr. Bagheri memberikan sebuah kesimpulan atas keterhubungan antara tujuan semenara dengan tujuan akhir, bahwa keduanya dipertemukan pada sebuah titik pusat yaitu Ubudiyah, wujud penghambaan hamba pada Tuhannya. Bagheri menegaskan seluruh dimensi manusia harus dikembalikan utuk semata-mata mengabdikan diri pada Allah SWT, sama halnya sebagai sebuha tujuan akhir yang disebutkan di dalam al-Quran.
C. Macam-macam Tujuan Pendidikan
Bahasan kali ini akan menjelaskan beberapa tujuan pendidikan, baik itu tujuan umum, khusus, sementara, dan tujuan akhir.
Prof. Abuddin Nata menjelaskan pegertian dari tujuan umum, khusus, dan akhir dalam bukunya filsafat pendidikan Islam, bahwa tujuan umum dikenal pula dengan tujuan akhir, kemudian tujuan khusus adalah penjabaran dari tujuan umum.
Masih menurut Prof Nata, bahwa yang dimaksud tujuan umum atau akhir itu beragam dari beberapa pendapat, sehingga secara garis besar tujuan umum pendidikan Islam memiliki cirri-ciri sebagai berikut;
Mengarahkan manusia agar menjadi khalifah Tuhan di muka bumi dengan sebaik-baiknya, yaitu melaksanakan tugas-tugas memakmurkan dan mengolah bumi sesuai dengan kehendak Tuhan
1. Mnegarahkan manusia agar berkahlak mulia, sehingga ia tidak menyaahgunakan fungsi kehalifahannya.
2. Mengarahkan manusia agar seluruh pelaksanaan tugas kekhalifahannya di muka bumi dilaksanakan dalam rangka beribadah kepada Allah, sehingga terasaringan dilaksanakan.
3. Membina dan mengarahkan potensi akal, jiwa, dan jasmaninya, sehingga ia memilki ilmu, akhlak yang semua ia dapat digunakan guna mendukung tugas pengabdian dan kekhalifahannya.
4. Mengarahkan manusia agar dapat mencapai kebahagian hidup di dunia dan di akherat.
Sementara itu tujuan khusus pendidikan Islam bis dilihat dari beberapa pendapat para ahli pendidikan di bawah ini; di antara mereka adalah al-Syaibani, Munir Mursi, dan Dr. Ahmad Tafsir.
Konferensi Dunia Pertama tentang pendidikan Islam (1977) berkesimpulan bahwa tujuan akhir pendidikan Islam adalah manusia yang menyerahkan dri secara mutlak kepada Allah SWT. Lebih rinci lagi al-Syaibani memberikan penjelasan pengenai tujuan pendidikan Islam, sebagai berikut;
1. Tujuan yang berkaitan dengan individu; pengetahuan, tingkah laku, jasmani dan rohani, dan kemampuan yang harus dimiliki di dunia dan di akhirat.
2. Tujuan yang berkaitan dengan masyarakat; tingkah laku masyarakat, tingkah laku individu dalam masyarakat, perubahan kehidupan masyarakat, memperkaya pengalaman masyarakat.
3. Tujuan profrsional yang berkaitan dengan pendidikan dan pengajaran sebagai; ilmu, seni, profesi, dan Kegiatan masyarakat.
Selanjutnya Munir Mursi memberikan empat tujuan pendidikan Islam, pertama bahagia di dunia dan di akhirat, kedua menghambakan diri pada Allah, ketiga memperkuat ikatan keislaman dan melayani kepentingan masyarakat Islam, keempat akhlak yang mulia. Selanjutnya dari analisis Ahmad Tafsir, tujuan-tujuan yang dijabarkan oleh edua tokoh diatas masih kurang memuaskan. Karena selain kategori yang kurang jelas, juga terdapat rumusan yang tumpang tindih. Sehingga Ahmad Tafsir memilki pemahaman tersendiri mengenai tujuan dalam pendidikan Islam.
Pemahaman Ahmad Tafsir dalam mengkategorikan tujuan pendidikan Islam diilhami oleh konsep manusia sempurna, sehingga seharusnya pendidikan Islam di arahkan kepada membentuk muslim yang sempurna. Bagi nya muslim yang sempurna adalah muslim yang;
1. Segi jasmani nya sempurna; sehat, kuat, dan berketerampilan
2. Segi kecerdasan dan kepandaian; mampu meyelesaikan masalah secara cepat dan tepat, secara ilmiah dan filosofis, mampu mengembangkan sains, dan mampu mengembangkan filsafat.
3. Segi hati takwa; dengan suka rela melaksanakan perintah Allah SWT, dan hati yang mampu berhubungan dengan alam gaib.
Sehingga ia berkesimpulan bahw tujuan pendidikan Islam tidak lain adalah mempersiapkan Muslim yang sempurna, yaitu melalui tiga ketegori tadi, jasmani, intelektual, dan hati takwa.
D. Hirarki Tujuan Operasional Pendidikan di Indonesia
Eksistensi bangsa Indonesai terwujud dengan proklamasi kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945. Sejak merdeka Indonesai mewujud sebagai negara yang merdeka, bersatu, dan berdaulat penuh. Pancasila sebagai landasa ideologis dalam pembangunan bangsa mengandung arti bahwa setiap usaha pembangunan dan pengembangan bangsa Indonesia, harus selalu menjaga keselaran, keseimbangan, dan keserasian dalam hidup manusia Indonesia sebagai pribadi, dalam hubungan manusia dengan Tuhannya, dalam hubungan manusia dengan masyarakat, dalam hubungan manusia dengan alam, dan dalam hubungan bangsa dengan bangsa lain dengan mengejara kemajuan lahiriah dan kebahagiaan rohaniah.
Kaitan antara pendidikan Islam dengan pendidikan nasional akan semakin tampa dalam rumusan pendidikan nasional hasi rumusan komite pembaharuan Pendidikan Nasional, yaitu bahwa pendidikan nasional ialah usaha sadar untuk membangun manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa,dengan mengusahakan perkembangan kehidupan beragama, kehidupan yang berkepercayaan terhadap Tuhan yang Maha Esa, nilai budaya pengetahuan, keterampilan, daya estetik, dan jasmaninya. Sehingga ia dapat mengembangkan dirinya dan bersama-sama dengan sesama manusia membangun masyarakatnya serta membudayakan alam sekitarnya.
Rumusan pendidikan nasional di atas dikukuhkan oleh Tap. MPR No. II/1983 tentang GBHN yang menyatakan bahwa: pendidikan berdasarkan pancasila bertujuan untuk meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan yang Maha Esa, kecerdasan dan keterampilan, mepertinggi budi pekerti, memperkuat kepribadian, dan mempertebal semangat kebangsaan dan cinta tanah air agar dapat menumbuhkan manusia-manusia pembangunan yang dapat membangun dirinya sendiri serta bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa (GBHN, Bidang Pendidikan).
Daftar Pustaka
Nata, Prof. Abuddin, Filsafat Pendidikan Islam, Jakarta: Gaya Media Pratama, 2005..
Bagherei, Khosrow, Islamic Education, Tehran: al-Hoda Publishers, 2001.
Tafsir, Dr. Ahmad, Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2010.
Suhartini, Dr. Andewi, Sejarah Pendidikan Islam, Jakarta: Departemen Agama Republik Indonesia, 2009.

2 thoughts on “Tujuan Pendidikan Islam

    1. hello, i get it in my Libary College, The Islamic Collage Jakarta. I stil in Jakarta, Maybe u can borrow it at there. where are u from rachel

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s