Pengertian dan Ruang Lingkup Psikologi Pendidikan

Oleh: Djauharul Bar
Pengertian: “Psikologi Pendidikan adalah sebuah cabang ilmu psikologi terapan yang memusatkan perhatian pada cara belajar peserta didik, proses belajar, prilaku siswa, tujuan belajar, dan merancang siswa untuk menjalankan agamanya, dan memahami dirinya dan Tuhannya.”
1. Ruang lingkup:
a. Manajemen Kelas: Sulit membuat kelas yang aktif, karena terkadang guru lain tidak setuju dengan masalah penysusnan bangku yang berbeda.
b. Masalah belajar mengajar: Mata pelajaran yang terkadang abstak dan terlalu sulit untuk anak seumurnya.
c. Pertumbuhan dan perkembangan: Kesulitan untuk mencairkan suasana kelas. Di tambah keletihan siswa dalam proses belajar.
d. Evaluasi: Desakan target oleh lembaga, sehingga sulit menyamakan presepsi nilai bagi keberhasilan siswa.
e. Motivasi: Sulitnya memberi motivasi dalam pengajaran ceramah, dan ketika guru tidak termotivasi maka anak akan jauh tidak termotivasinya.
2. Tujuan Psikologi Pendidikan Pada Mata Pelajaran PAI
a. Membuat suasana yang raing dan menyenangkan di dalam kelas
b. Mampu memberikan materi abstrak menjadi nyata.
c. Mampu mencairkan suasana dalam kelas
d. Memberikan semangat dalam belajar
e. Memberikan hasil yang sesuai dengan apa yang diinginkan oleh anak.
f. Memberi motovasi dalam pembelajaran siswa.
Tujuan Keilmuan : – Pengembangan Psikologi Pendidikan
– Memudahkan mengajar effective teaching (menghabiskan waktu dalam mengajar menjadikan anak menjadi cepat tanggap dan pintar)
Menurut Frobel : Terwujudnya kepribadian yakni melalui pengembangan sendiri aktivitas dan kerja sama
Pertumbuhan dan Perkembangan anak
Pertumbuhan → perubahan-perubahan pada diri atau pada fisik anak
Perkembangan → perubahan-perubahan yang terjadi pada mental atau rohani anak
Aspek Perkembangan:
 Aspek Intellektual/ kognitif
 Aspek bahasa
 Aspek kepribadian
 Aspek emosional
 Aspek fisik
 Aspek prilaku sosoial
 Aspek perkembangan agama atau perkembangan spiritual
Adapun faktor yang mempengaruhi perkembangan atau yang menyebabkan adanya perkembangan yakni sekolah , guru,keluarga, masyarakat, lingkungan, empirisme dan konvergensi.
Ada istilah nature yang berarti keturunan atau bawaan. Di dalam Islam diajarkan mengenai adanya factor genetis bahwa bayi yang lahir terlahir dalam keadaan fitrah.
Fungsi Psikologi Pendidikan:
• Memungkinkan guru memberikan pelajaran atau pendidikan sesuai dengan usia anak
• Memudahkan para guru untuk memberikan pelajaran kepada anak didik sesuai dengan usianya
• Memberikan pendidikan sesuai dengan tingkat usia anak didik
Manfaat Psikologi Pendidikan
• Membantu para guru mengetahui yang diharapkan anak
• Mebantu guru dalam menyusun pedoman dalam skala perkembangannya
Konsep Bawaan dan Lingkungan
Pembawaan dan lingkungan sangat mempengaruhi kecerdasan anak.
Nature yaitu sifat yang dibawa sejak kecil atau sifat pembawaan.
Nurture yaitu faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi individu sejak masa pembuahan sampai selanjutnya.
Gen merupakan unit biologis yang membantu menentukan sifat.
Ayah → Intelegensi
→ Tingkah laku
→ Kepribadian
→ Fisik
Pembawaan yaitu untuk menentukan kesuksesan anak. Beberapa tokoh pemikir mengutarakan pendapatnya tentang hal ini;
 Plato (seorang Filosof Barat) menyatakan bahwa ide-ide dibawa sejak lahir.
 Rousseau mengatakan bahwa ada kebaikan yang dibawa sejak lahir
 John Locke mengatakan bahwa pikiran bayi yang baru lahir merupakan tabularasa, dimana otak mereka diibaratkan sebagai kertas kosong yang bersih
 Anne Anatasia mengatakan pengaruh keturunan terhadap tingkah laku selalu terjadi secara tidak langsung
 Desmita menyatakan bahwa pengaruh keturunan selalu membutuhkan perantara atau perangsang yang terdapat dalam lingkungan
 Hebb menyatakan bahwa nature dan nurture merupakan salinan yang tidak bisa dipisahkan.
Anastasia memberikan dasar-dasar interaksi antara nature dan nurture dalam perkembangan anak;
a) Nature dan nurture, keduanya menjadi sumber timbulnya setiap perkembangan tingkah laku
b) Nature dan nurture tidak bisa berfungsi secara terpisah satu sama lain
c) Interaksi dapat dikonseptualisasikan sebagai suatu bentuk hubungan yang terjadi mempengaruhi hubungan-hubungan lain yang akan terjadi
Pada dasarnya setiap manusia mempunyai sifat-sifat bawaan sejak lahir, namun sifat itu akan muncul ketika terjadi atau mendapat rangsangan dari luar.
Menurut tokoh empirisme seperti John Lock, berpendapat bahwa Lingkungan mempengaruhi perkembangan anak. Sedangkan tokoh naturalism berpendapat bahwa bawaan lah yang mempengaruhi perkembangan anak

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Sekolah Dasar : SDN Grogol Utara o4 Petang
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam
Kelas/Semester : IV

Standar Kompetensi Memahami tatacara shalat wajib
Kompetensi Dasar Menjelaskan ketentuan-ketentuan shalat wajib
Indikator Menjelaskan pengertian shalat wajib dan dasar hukumnya
Menyebutkan syarat-syarat shalat
Menyebutkan rukun-rukun shalat
Menyebutkan sunnah-sunnah shalat
Menyebutkan hal-hal yang membatalkan shalat
Alokasi Waktu 2 x 40 menit (1 x pertemuan)
Tujuan Pembelajaran Siswa dapat menjelaskan pengertian shalat wajib dan dasar hukumnya.
Siswa dapat menyebutkan syarat dan rukun serta sunnah shalat.
Siswa dapat menyebutkan hal-hal yang membatalkan shalat.
Materi Pembelajaran Shalat Wajib
Syarat-syarat Shalat wajib
 Syarat wajib shalat adalah:
a. Islam
b. Baligh (dewasa)
c. Suci dari haidl dan nifas bagi perempuan
d. Sehat rohani (tidak gila)
e. Telah sampai dakwah atau ajakan bahwa shalat itu wajib
f. Sadar, dan bagi orang yang tidak sadar atau lupa baginya tidak wajib shalat.
 Syarat sah shalat adalah:
a. Suci dari hadas kecil maupun besar
b. Suci badan, pakaian, dan tempat dari najis
c. Menutup aurat (sesuatu yang harus ditutup karena menjadikan cela bagi seseorang). Aurat laki-laki adalah antara pusat hingga lutut, sedang aurat perempuan semua bagian badan kecuali muka dan telapak tangan
d. Telah masuk waktu shalat
e. Menghadap ke arah kiblat
f. Mengetahui tatacara shalat.
 Rukun Shalat
Rukun Shalat ada 13:
a. Berniat
b. Berdiri bagi yang mampu
c. Membaca takbiratul ihram
d. Membaca surat al-Fatihah
e. Ruku’ disertai tuma’ninah
f. I’tidal disertai tuma’ninah
g. Sujud disertai tuma’ninah
h. Duduk di antara dua sujud disertai tuma’ninah
i. Duduk akhir, untuk membaca tasyahud akhir
j. Membaca tasyahud akhir
k. Membaca shalawat atas Nabi Muhammad Saw
l. Mengucapkan salam yang pertama
m. Tertib atau berurutan
 Yang membatalkan shalat
a. Meninggalkan salah satu rukun shalat
b. Meninggalkan salah satu syarat shalat
c. Berkata-kata dengan sengaja di luar bacaan shalat
d. Bergerak lebih dari tiga kali berturut-turut selain gerakan shalat
e. Makan atau minum.
Metode Pembelajaran 1. Diskusi: Siswa berdiskusi tentang ketentuan-ketentuan shalat wajib dan dasar hukum yang terkandung dalam al-Quran dan al-Hadits
2. Praktik: Siswa memperagakan gerakan-gerakan shalat secara individual
3. Drill: Siswa diberikan latihan-latihan agar dapat memahami dan memantapkan materi yang diajarkan
Alat/Sumber Belajar  Pedoman Shalat, oleh Hasbi Ash Shiddieqy, Jakarta: Bulan Bintang, Cet. XV, 1986
 Fiqh Islam (Hukum fiqh lengkap), oleh Sulaiman Rasjid, Jakarta: Penerbit At-Tahiriyah. Cet. XVII, 1976
 Ilmu Fiqh Jilid 1, oleh Zakiah Daradjat, Yogyakarta: Dana Bhakti W akaf, Cet. I, 1995
Penilaian 1. Jelaskan Jelaskan pengertian shalat wajib dan dasar hukumnya!
2. Jelaskan syarat-syarat shalat, baik yang merupakan syarat wajib maupun syarat sahnya!
3. Sebutkan beberapa hal yang membatalkan shalat!
4. Bacakan bacaan tasyahud akhir dengan benar dan fasih!
5. Tulislah bacaan shalawat yang wajib dibaca dalam shalat!

Pengaruh Lingkungan pada Anak Didik
Dalam teorinya, C. Nicol Begson menyatakan bahwa ia tidak meyakini hubungan antara kecerdasan dengan turunan. Sebaliknya, ia menyatakan bahwa yang mempengaruhi perkembangan adalah lingkungan. Ia menyatakan “lingkungan mempunyai unsur dominan dalam perkembangan anak”.
Proses dan lingkungan belajar
Guru : Djauharul Bar
Kelas : Agama (privat)

Siang hari Dampak Positif Dampak Negatif
G – Lebih Terkontrol Lebih sering konflik anak
– Interaktif Media Belajar sempit
– Antusiasme murid lebih tinggi – Kebutuhan/ alat tak tertampung

* G = Guru
* M = Murid
* MJ = Meja

Siang hari Dampak Positif Dampak Negatif
Murid Guru Murid
– Lebih interaktif – Terfokus pada murid
– Terkontrol – Materi buyar
– Murid lebih antusia – Murid memiliki ruang sempit
– Murid Lebih banyak bertanya
– Murid lebih bisa bersaing

Pagi hari Dampak Positif dampak Negatif
– Jarang ada konflik murid – Murid kurang mendengarkan guru
– Murid memiliki wilayah sendiri – Murid kurang bisa bersaing
– Murid lebih leluasa berkreasi – kurang interaksi guru-murid

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s