“Mereka mengizikan Nama saja, tidak wilayah!!!”

Valley of The Wolves Palestine (Palestina Lembah serigala),nampak jelas dari judulnya saja menggambarkan bahwa Palenstina adalah lembah yang menyeramkan. sebuah film yang ditulis oleh Bahadir Ozdener, pria berkebangsaan Turki, lewat latar belakang konflik palestina Israel, Turki ingin menjadi bagian dari krisis kemanusiaan di sana.
Bila anda masih ingat Navi Marmara, kapal laut yang membawa bantuan untuk Palestina dijegad oleh pasukan Israel. Diketahui, bahwa korban jiwa terbanyak dari warga Turki. penulis menduga, film ini dibuat berdasarkan kegeraman warga Turki pada israel yang sudah dengan kejam menembaki saudara mereka, ya karena film ini dibuka dengan rekaman kejadian itu.
film ini mengambil peran kepahlawanan tiga prajurit khusus Turki yang ingin membatu menghancurkan Israel. Ya pasukan elit turki, mengingatan kita kepada infanteri khusus buatan Turki Osmani dengan sebutan Jenissari, sekumpulan budak yang dilatih untuk beradi di barisan depan segala agresi mileternya. Di film ini, adegan-adegan heroes tidak jauh dari mereka, namaun pendapat penulis “ini terlihat lebay.” namun secara meteri cukup untuk menampilkan ketangguhan, bak film action kebanyakan.
jalan kisah dibangun melihat kejadian nyata yang dialami oleh rakyat palestina dan kelicikan Israel. ada seorang pemeran utama yang dikisahkan sebagai warga negara Amrik keturunan yahudi, tanpa sengaja masuk kedalam perkampungan Palestina. mungkin ini dibuat dengan maksud membantu pemahaman orang amrik buta dengan konflik palestin, bahwa di sana bukan konflik antara Islam dengan Yahudi, tapi konflik melawan penindasan.
Politik
Dimana pun, jika diperhatikan bersama. konflik yang ada di muka dunia ini selalu dikaitkan dengan sentimen agama, seperti irak dan Iran, Irak dan Amerika, Amerika dan Afganistan, Palestina dan Israel, dan terupdate Libya dengan Pasukan sekutu. apalagi menyangkut Barat dan Timur, pasti menyingkapkan konflik Islam dan Barat. namun perlu dicermati disini, bahwa persepsi demikian selalu menjadi pembenaran di lapisan masayarakat, padahal itu semua tidak selalu identik. Dari fakta-fakta yang ada misalnya di Israel banyak rahib-rahib yang menentang kebiadaban negara mereka terhadap rakyat palestina, bahkan tidak menyetuju pendirian negara Israel. atau sekumpulan warga Barat yang menentang amarika tas penyerbuannya ke wilayah timur tengah dll. Ia semua ini tidak lepas, dari intrik politik dan kepentingan sebuah negara. Politik dan kepentingan kapan saja dan dimana saja mampu mengorbankan kemanusiaan mereka, bahwa agama mereka sediri.
Film Valley of the Wolfes ingin menyadarka kembali kepada semua bahwa konflik disana adalah murni kemanusiaan, Israel dengan sombong menghalalkan segala cara untuk memperbesar wilayah mereka, bukan lantaran Yahudi atau agama lain. dalam percakapannya mengatakan “Mereka mengizinkan nama (palestina), tapi tidak wilayah,”.
secara materi film ini cocok untuk ditonton bagi mereka yang peduli dengan kemanusiaan, bahwa konflik di sana sangat menyayat hati kita sebagai seorang manusia. dimana hanya demi kepuasan dan kepentingan tanah, manusiapun menjadi tidak ada harganya. ia menyontek dialog di seorang nenek pada cucunya “Segala kezholiman adalah musuh kami”. selamat menonton, selamat melawan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s