Hikmah Sang Guru “Abuya Abdurrahman Nawi”.

oleh Ka Akbar

Di dalam Hadist Rasul bersabda:

عَلَيْكُمْ بِمَجَالِسِ العُلَمَاءِ و ِسِمَاعِ كَلاَمِ الحُكَمَاءِ

“Hendaklah kalian berdekatan dengan ulama, dan mendengarkan ucapan para ahli hikmah” berdasarkan hadist di atas saya ingat beberapa kalimat2 hikmah yang diucapkan oleh Abuya Abdurrahman Nawi…dibwah ini saya tuliskan sedikit yang saAy ingat…

Abuya sangat sering menggunakan syair-syair, di antara syair-syair yang pernah Abuya lontarkan;

كُلٌّ مُيَسَّرٌ لِمَا خُلِقَ لَهُ

“Setiap (manusia)diciptakan itu mudah dalam segala suatunya.” ini terdapat di dalam kitab Nasoih ad-diniyah, Abuya ucapkan ini ketika silaturrahmi alumni 2010.

تَنَاقَلْ فَلَذَّةُ اْلهَوَاءِ فىِ التَناَقُلِ

“berpindah-pindahlah, maka udara yang enak itu ada dalam perpindahan”, Abuya tulis ini di dalam suratnya kepada alumni, dalam rapat harlah.

وَارْضِهِمْ مَا دُمْتَ فِى اَرْضِهِمْ و َجَارِهِمْ مَادُمْتَ فِى جَارِهِمْ

“Redolah kepada mereka selama ada di dalam wilayahnya, dan beradaptasilah dengan mereka selama kamu menjadi tetangganya”…ini diucapkan Abuya menjelang buka bersama di rumah Bedu Amang, di sana Abuya menasehati kita untuk sama2 sholat taraweh 11 rokaat karena tuan rumah menghendaki demikian.

شَرْطُ اْلمُرَافَقَةِ المُوَافَقَةُ

“Syarat bersahabat adalah sepakat” ini ada di dalam ta’lim muta’alim dan ad-da’wah tammah.

العِمَارَةُ وَلَوْ عَلَى الحِجَارَةِ

“Bangun lah istana sekalipun di atas batu” ini Abuya kutip dari Gurunya KH Abdul Razak saat Abuya diberi nasehat untuk membangun perguruan yang tidak kalah dengan perguruan Muhammadiyah yang saat itu ditujuk oleh kyai Rozak sebagai misal.

إِذَاذَهَبَ العِتاَبُ فَلَيْسَ وِدٌّ وَيَبْقَ الوِدُّ مَا بَقِىَ العِتَابُ

“”Kalo omelan itu sudah hilang, maka tidak ada kasih sayang. adanya kasih sayng itu selama adanya omelan.” di Tebet pengajian sabtu.

خَيْرُ البِرِّ عَاجِلُهُ

“Sebaik-baiknya perbautan (baik) itu menyegerakannya” diucapkan saat Abuya berkeinginan untuk segera membangnun SDIT.

صَبَرْتُ عَلَى النِّيْرَانِ وَالضَرْبِ وَالأَذَى

وَنِلْتُ بِذَالِكَ الصَبْرِ رَسْفُ المَبَاسِ

وَكُلُّ الفَرَحِ بِيَدِاللهِ وَكُلُّ الأَذَء بِيَدِ اللهِ

“Aku sabar atas panas, pukulan, dan sakit…dan aku peroleh dengan kesabaran itu kelembutan bibir… dan setiap kesenangan it dari Allah.”

ini Abuya contohkan tentang sabar yang dikiaskan dari kisah gelas yang bersabar dalam prosesnya, sehinnga gelas mendapat bibir si peminum.

Kiranya ini yang bisa saya tulis hari ini…ada lagi yang kalian ingat tetang ucapan Abuya…apapun itu. Tulis ya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s