Kebun Percontohan Kostrad

Setiapkali menuju Kebayoran Lama saya sering melewati rute yang tak semestinya, saya lebih memilih masuk kempung mencari alternative jalan, istilah para pendaki membuka jalan. Melewati perkampungan dan gang-gang kecil memmang asik, namun juga sebel lantaran banyaknya polisitidur, walaupn begitu ini merupakan bumbu dari resiko yang harus saya ambil ketimbang berpanas dan bermacet ria di jalan raya. Masuk mulai dari gang KUD Kreo lau sampai di jalan AMD terus sampai jalan Kostrad, dan perjalanan kampungan saya akan berakhir di Kampung Baru Cidodol, untuk selanjutnya melanjutkan sampai jl Kebayortran Lama. Menarik memang aktifitas perjalanan dihabiskan hapir delapan puluh persen di perkampungan, dan dari sisnilah saya banyak belajar sabar.
Tapi selanjutnya perhatian saya selalu menuju kea rah sebelah kiri pagar beton yang bertuliskan “Kebun Percontohan Kostrad,” memang kebetulan kebun itu tepat berada di jalan Kostrad dan berdekatan dengan markas Komando Satuan Militer Angkatan Darat, dan memang tepat sekali kebun itu milik angkatan darat Kostrad. Sesekali saya melihat beberapa prajurit berpakaian militer dengan semangat menggarap kebun, dan harus kita angkat topi tinggi tinggi kepada apa yang dilakukn oleh pahlawan kedaulatan ini. Situasi kerusakan lingkukngan sekarang ini member contoh kepada masyarakat sipil yang sudah tidak memperhatikan lingkungan, apalagi ancaman global warming saat ini.
Taman-taman yang dibangun oleh Pemkot melalui perlawanan sengit lantaran dianggap pemilik tanah sebagai nbentuk pelanggaran hak asasi manusia. Dengan alasan kepentingan umum taman kota dijadikan solusi, padahal ada altenative lain yang lebih dari hanya sekedar taman kota. Pemerintah dirasa sangat berlebihan, karena taman kota yang mereka jadikan peuh dengan permasalahan seperti sengketa tanah sampai dengan bentrokan fisik dengan pemilik tanah. Alasan relokasi juga sebenarnya bukan alasan yang tepat untuk penggusuran, bagi yang mereka digussur, mengapa tidak tanah yang disediakan untuk relokasi saja yang dijadikan sebagai taman kota, bukan malah menggusur tanah-tanah mereka. Malah mereka menganggap yang dilakukan pemerintah hanyalah tujuann dan proyek beberapa orang.
Alasan yang lain adalah, bahwa taman kota belum tentu menyerap air lebih banyak dari yang lain, jika dibandingkan dengan kebun percontohan Kostrad tentu taman kota tidak ada apa-apanya, di kebun mereka bias melakukan aktifitas pengggarapan lahan tanaman, menyelamatkan pertanian kota, dan ini bias dilihat manfaatnya yang jauh leih banyak, seperti yang sudah bias dilihat di taman Seno Tebet dan Kebun Percontohan Kostrad. Taamn kota mungkin hanya bias dipakai oleh segelintir orang saja, buat cicu mata, pacaran, olahraga kurang maksimal menyerap air.
Namun sebelum itu ada hal yang bias dimanfaatkan dari sekarang, yaitu perawatan TPU (Taman Pemakaman Umum). Lahan pemakaman dianggap efektif jika saja pemkot bias menjadikannya sebagai bentuk dari taman yang banyak menyerap air, selama ini pemakaman hnaya bias dimanfaat sebagai lahan kosong tak terawatt dan gersang, padahal lahan pekuburan bias menjadi solusi lain dari krisis air di jakarta.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s